buku tamu

Sabtu, 27 April 2013

artikel..Ceramah Acara Pernikahan Hanya Pelengkap

Artikel
Ceramah Acara Pernikahan Hanya Pelengkap
Ceramah dalam acara pernikahan adalah suatu hal yang penting, karena didalam ceramah itu menjaelaskan tentang hikmah dari pernikahan itu sendiri. Semua orang tahu tujuan dari suatu pernikahan, manun belum tentu semua orang memahami betul

maksud dari pernikahan, karena kita semua adalah manusia dan tujuannya adalah agar setelah pernikahan tersebut tidak seperti hewan. Bagaimana menjalani hidup, membesarkan anak jikalau sudah ada anak, karena sebagai manusia punya tata etika dalam menjalani hidup dan mendidik anak. Tidak seperti hewan yang sudah kawin, hewan yang perempuan ditinggal. Dan apabila sudah lahir anaknya yang apabila sudah bisa mencari makan sendiri sudah dilepas dan apabila sudah besar, bisa jadi ibunya sendiri yang akan menjadi mangsanya untuk melahirkan anak-anaknya nanti.
Semua tahu betapa pentingnya ceramah saat pernikahan, tapi sekarang ini ceramah pada saat acara pernikahan itu tidak ubahnya hanya sekedar pelengkap, bukan lagi hal yang wajib ada. Apabila tidak ada ceramahnya itu tidak ada masalah, yang jadi masalah itu adalah apabila dalam suatu acara itu tidak ada tradisi atau adat yang dari mempelai nikah, contohnya adalah seperti adat kebiasaan adanya Suap-Suapan. Sudah itu konsumsi yang harus ada dan itu suatu yang wajib. Dan lebih mengejutkan lagi adalah saat acara konsumsi itu harus jam 12 (dua belas) siang para tamu undangan harus makan. Kalau sampai kelewatan dari  jam 12, maka siap-siap saja penceramah yang mengisi ceramah disitu untuk diberhentikan oleh tuan rumah, juga tamu yang mengeluh karena merasa lamanya ceramah.
Seperti inilah yang terjadi sekarang ini, ceramah bukan lagi hal yang wajib. Padahal puncak acara itu ada pada ceramah tersebut, kalau seperti adat atau budaya suap-suapan ataupun adat lain itulah yang seharusnya jadi pelengkap, memang dari setiap adat atau budaya yang dilakukan mempunyai filosofi didalamnya yang sangat berguna. Namun  apakah mempelai yang menikah itu tahu filosofi dari adat yang dijalankan? Tidak semuanya meraka mengerti dan meraka hanya sekedar manjalankan adat. Sudah itu para tamu undangan yang datang seperti hanya sekedar datang memenuhi undangan karena merasa tidak enak kalau tidak hadir dan hadir seperti hanya ingin makan atau mengkonsumsi hidangan yang telah disiapkan tuan rumah, bukan untuk melihat kesakaralan dan tujuan dari pernikahan.
Salah satu contohnya pernah terjadi suatu resepsi pernikahan, yang mana sang penceramah yang mulai ceramah sekitar kurang dari 5(lima) menit jam 12 siang, sudah tepat jam 12 tuan rumah dan para tamu undangan sudah mulai gelisah, sekitar lewat dari 5 menit dari jam 12 tuan rumah sudah memberi kode agar sang penceramah untuk berhenti dan mengakhiri ceramah. Saat itu penceramah tidak terlalu memperhatikan, hingga para undanganpun ada yang mengeluh kelamaan ustadz itu berceramah dan mengeluh kelaparan. Lebih mengherankan lagi setelah selesai ceramah, masih ada juga tuan rumah dan tamu undangan yang mengejek penceramah tersebut karena kelamaan ceramah dan membiarkan orang-orang kelaparan.
Padahal ceramah itulah sebenarnya pembelajaran untuk kedua mempelai, tuan rumah dan para tamu undangan. Ceramah yang diberikan oleh penceramah adalah komunikasi yang paling mudah dimengerti dan dicerna otak karena itu bersifat langsung. Jadi cobaan penceramah sangatlah berat saat berceramah diacara pernikahan, karena sudah acaranya yang ada dibagian akhir, waktu yang singkat dan terbatas sangat menyulitkan untuk memberikan materi ceramah yang semestinya.
Demikian artikel ini, selain untuk tugas juga untuk pembelajara. semoga bermanfaat.
“Maha suci Engkau, tidak ada kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah yang maha mengetahui, maha bijaksana”(al-baqoroh:31)
bY: Gustami

Tidak ada komentar:

Loading...